Pondok pesantren darul hikmah adalah sebuah lembaga yang membesarkan saya 6 tahun lamanya saya menjadi antri disana ,penjara suci tersebut yang telah membentuk kepribadian saya,mengajarkan saya akan hakikat hidup,prioritas keagamaan dan nuansa spritual menjadi menu harian saya disana,enjang pendidikan saya disana adalah Tsanawiyah dan aliyah saya bertahan demi sebuah palsafah hidup yakni ketakwaan,erat rasanya meninggal kan komunitas tersebuat,namun apa boleh bua usia semakin meninggi mengharuskan saya untuk menempuh penidikan yang lebih tinggi,
banyak pengalaman seru yang saya dapatkan disana menjadi kebiaaan kami dulu selepas solat berjamaah mengadakan kultum(kuliah tujuh menit)dan alhamdulillah berkat sarana tersebut menghantakan saya menjadi juaa 1 dalam musabaqah sahril Quran tingkat kaupaten,he...he.....
berbagai aktifitas pesantren saya ikuti,kepramukaan,osis,bela diri Tsalasah akbar,tim basket dan banyak hal lain yang membuat saya geli mengingat semuanya,namun bila teringat masa lalu ingi rasanya hati ini mengutuk waktu mengapa masa sma dulu saya tiak mampu berkarya ditengah masyarakat.kiranya penyesalan itu bisa terobati dengan keberaaan saya sekarang ini.saya sedang menyelesaikan studi Strata 1 di universitas muhammadiyah tepatnya fakultas ekonomi manajemen.ah..................atau kah itu akan sia-sia belaka namun saat ini saya hanya mampu menjalankan semua dengan eksisstensi saya sendiri saya yakin Where there is a will there is a way dimana ada kemauan disitu ada jalan.saya ingin mengikuti jejak langkah idola saya Bapak Bahdin nur tandjung,yang penuh karismatik yang tak kenal pesimistis dan sangat religius.
Sekiranya Pendidikan adalah Kopi maka Intelektual adalah Gula, sebab banyak orang merasakan pahit getirnya perjuangan dalam menimba ilmu,ketika jiwa mampu menerima setiap keadaan dan proses pendidikan maka anda akan dijuluki Intelektual,betapa manisnya sebutan itu dan bagi kami itu adalah filosofis Gula. namun alangkah berdecak kagumnya anda Bila Kopi dan Gula menyatu, ada citarasa tinggi yang penuh arti.
Monday, January 14, 2008
sekapur sirih
ditengeh gejolak menuju sumut 1 yang diperebutkan berbagai tokoh politik,dari kalangan militer,pengusaha,akademika,bahkan birokrat mencerminkan indonesia merupakan negara yang menyandang kebebasan baik parsial maupun struktural,yang dibayangi dalam demokrasi menjurus kepada bhinneka tunggal ika.namun sisilain yang perlu diperhatikan menjelang berlangsungnya pesta rakyat para pemimpin yang terhormat harus berani mengambil resiko besar jangan menjadi pemimpin yang kerdil siapapn yang akan memimpin sumut ini kami tidak butuh janji melainkan bukti,yah bukti,iwan Fals pernah berkata dalam liik lagunya ."kalau hanya omong burung beo pun bisa."jika dimengeri mungkin itu akan menjadi sugesti pada kita semua untuk tidak terus mengumbar janji ditengah perut masyarakat medan yang keroncongan.demokrasi tidak dijadikan alibi,karna saudara dipilih bukan dilotre untuk itu bercerminlah kepada pengalaman.
Tentang situs ini
situs ini saya perbuat berkat dorongan yang diberikan oleh dosen yang memberikan perhatian penuh kepada mahasiswa,bagi saya dia tidak sekedar pengajar namun lebih dari seorang pendidik yang memiliki eksistensi tinggi demi terciptanya iklim pendidikan yang berhaluan kepada era IT(informasi Teknologi)seperti yang sedang kita nikmati.sosok karismatiknya mampu mengubah saya yang gaptek(gagap teknologi)menjadi seorang yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia pendiikan dan teknologi.bangga itulah yang mampu saya ucapkan kepada beliau atas partisipasinya dalam membagi ilmu kepada semua insan.jiwa sosial yang dimilikinya mampu tersalur kepada hati sanubari,ibarat lilin dia telah menerangi ruang kepakuman dan kehampaan ilmu ang saya miliki.trimakasih kepada Bapak Azuar juliandi,SE semoga ilmunya bertambah dan berguna bagi dunia pendidikan.maju terus menepis kekosongan intelejensi pendidikan.
Subscribe to:
Posts (Atom)